Dalam dunia akademik, format APA Style (American Psychological Association) merupakan salah satu gaya sitasi yang paling luas digunakan di berbagai disiplin ilmu, khususnya ilmu sosial, psikologi, pendidikan, hingga bisnis. Penggunaan gaya sitasi ini bertujuan untuk memberikan penghargaan terhadap hak cipta penulis, memudahkan pembaca melacak sumber asli, serta menjaga karya ilmiah Anda bebas dari tindakan plagiarisme.
Saat ini, versi standar yang berlaku secara global adalah APA Style Edisi Ke-7. Versi terbaru ini memuat beberapa penyederhanaan aturan dibandingkan versi sebelumnya, terutama dalam hal pencantuman lokasi penerbit, penulisan nama penulis berjumlah banyak, dan format URL/DOI.
Berikut adalah panduan praktis dan terstruktur mengenai cara menulis sitasi di dalam teks (in-text citation) dan menyusun daftar pustaka berbasis APA Style Edisi Ke-7.
1. Menulis Sitasi di Dalam Teks (In-Text Citation)
Format dasar APA Style menggunakan sistem Penulis-Tahun (Author-Date). Sitasi di dalam teks dapat ditulis dalam dua metode utama:
[ METODE SITASI DALAM TEKS ]
│
┌────────────────────────────┴────────────────────────────┐
▼ ▼
[ SITASI PARENTETIS ] [ SITASI NARATIF ]
- Sumber berada di dalam kurung - Nama penulis menyatu dalam kalimat
- Contoh: ... (Sugiyono, 2021). - Contoh: Menurut Sugiyono (2021), ...
A. Aturan Jumlah Penulis dalam Teks
- Satu Penulis: Sebutkan nama belakang dan tahun.
- Parentetis: Budiman (2022) menemukan bahwa…
- Naratif: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan (Budiman, 2022).
- Dua Penulis: Gunakan kata “dan” pada sitasi naratif, tetapi gunakan simbol ampersand (“&”) pada sitasi parentetis.
- Naratif: Pratama dan Wijaya (2023) menjelaskan bahwa…
- Parentetis: Hal ini didukung oleh temuan terbaru (Pratama & Wijaya, 2023).
- Tiga Penulis atau Lebih: Cukup tulis nama belakang penulis pertama diikuti frasa “et al.” (tanpa cetak miring) sejak kemunculan pertama di dalam teks.
- Contoh: Santoso et al. (2024) mengemukakan… atau … (Santoso et al., 2024).
B. Kutipan Langsung (Direct Quotation)
Jika mengutip kata demi kata secara persis dari sumbernya, Anda wajib mencantumkan nomor halaman.
- Contoh Kutipan Pendek (< 40 Kata): Menurut Rahayu (2020), “Kecerdasan emosional memegang peranan $80\%$ dalam keberhasilan kepemimpinan” (hlm. 45).
2. Format Penulisan Daftar Pustaka APA Style Edisi Ke-7
Seluruh sumber yang dikutip di dalam teks wajib dimasukkan ke dalam Daftar Pustaka (Reference List) di halaman akhir karya ilmiah.
A. Aturan Umum Tata Letak
- Urutan Alfabetis: Susun entri rujukan dari A hingga Z berdasarkan nama belakang penulis pertama.
- Indentasi Gantung (Hanging Indent): Baris pertama rata kiri, sedangkan baris kedua dan seterusnya menjorok ke dalam sebesar $1.27\text{ cm}$ ($0.5\text{ inci}$).
- Batas Jumlah Penulis: Pada edisi ke-7, cantumkan hingga 20 nama penulis di daftar pustaka. Jika penulis lebih dari 20 orang, cantumkan 19 nama pertama, diikuti titik-titik tiga (…), lalu nama penulis terakhir.
- Kota Penerbit Dihapus: Tidak perlu lagi mencantumkan kota/lokasi penerbit untuk sumber buku.
3. Contoh Penulisan Daftar Pustaka Berdasarkan Jenis Sumber
A. Buku Cetak
- Rumus: Nama Belakang, Inisial Nama Depan. (Tahun Terbit). Judul buku dicetak miring (Edisi jika ada). Nama Penerbit.
- Contoh: Sugiyono. (2021). Metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
B. Artikel Jurnal Ilmiah (Dengan DOI)
- Rumus: Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal Dicetak Miring, Volume(Isu), Halaman. Tautan DOI.
- Contoh: Pratama, A. B., & Wijaya, C. (2023). Analisis efektivitas pembelajaran berbasis digital. Jurnal Pendidikan Indonesia, 12(2), 115–128. https://doi.org/10.1234/jpi.v12i2.5678
C. Artikel dari Halaman Web / Situs Resmi
- Rumus: Nama Penulis/Organisasi. (Tahun, Tanggal Bulan). Judul artikel dicetak miring. Nama Situs Web. URL
- Contoh: Badan Pusat Statistik. (2024, 15 Februari). Laporan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan IV. BPS. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2024/02/15/laporan-ekonomi.html
Tabel Perbandingan Ketentuan APA Style Edisi Ke-6 vs Edisi Ke-7
| Elemen Sitasi | APA Style Edisi Ke-6 | APA Style Edisi Ke-7 (Terbaru) |
| Lokasi Penerbit Buku | Wajib mencantumkan Kota & Negara (misal: Jakarta: Erlangga) | Dihapus, cukup sebutkan nama penerbit (Erlangga) |
| Sitasi Tiga Penulis+ | Tulis semua nama di awal, lalu gunakan et al. | Langsung gunakan et al. sejak kemunculan pertama |
| Batas Penulis di Daftar Pustaka | Maksimal 7 penulis sebelum menggunakan titik-titik | Cantumkan hingga 20 penulis secara lengkap |
| Format Tautan DOI | Ditulis dengan awalan doi:10.xxx | Wajib format URL lengkap ([https://doi.org/10.xxx](https://doi.org/10.xxx)) |
| Situs Web Tanpa Penulis | Menggunakan istilah Anonymous | Gunakan Judul Artikel menggantikan nama penulis |
4. Tips Menghindari Kesalahan Format APA Style
- Gunakan Huruf Kapital Secara Tepat (Sentence Case): Pada judul artikel atau buku di daftar pustaka, gunakan huruf kapital hanya pada kata pertama, kata pertama setelah tanda titik dua (
:), serta kata nama diri (proper nouns). - Miringkan Judul dan Volume: Pastikan judul buku, nama jurnal, dan nomor volume jurnal dicetak miring (italic), sedangkan nomor isu/terbitan berada dalam kurung tanpa cetak miring.
- Manfaatkan Reference Manager: Gunakan alat bantu seperti Mendeley atau Zotero dan atur stempel gaya ke APA 7th Edition agar seluruh kutipan dan daftar pustaka terformat secara presisi dan otomatis.
Kesimpulan
Penerapan APA Style Edisi Ke-7 mengandalkan kedisiplinan pada detail mulai dari penggunaan ampersand pada kutipan dalam teks, penghapusan lokasi penerbit, hingga konsistensi penulisan tautan DOI. Dengan menguasai aturan baku ini, naskah akademik Anda tidak hanya tampil rapi dan profesional, tetapi juga memenuhi standar kredibilitas keilmiahan internasional.